Senin, 28 Januari 2013

secangkir cappucino




lagi-lagi secangkir cappucino hangat kesukaanku menemaniku ketika hujan membasahi bumi ini. secangkir cappucino yang juga selalu menemaniku ketika aku duduk termenung mengingatmu. mengingat semuanya, kamu, kisah kita, tentang kisah kita dibawah guyur hujan, tentang mimpi kita berdua, tentang aku yang selalu mencintai hujan dan tentang kamu yang selalu mencintai aku dulu. kita dulu selalu berbagi semuanya, berbagi perasaan, berbagi waktu, berbagi cerita bahkan kita sering berbagi mimpi. mimpi tentang masa depan, mimpi masa kecil kita bahkan mimpi yang jelas-jelas sulit untuk kita wujudkan. kita dulu pasangan yang serasi, setidaknya itu yang orang-orang katakan tentang kita. kita begitu bahagia, yah setidaknya sebelum perhatianmu terbagi untuk dia. kamu selalu tau kapan aku butuh perhatian lebih, kamu sangat tau harus selalu mengingatkanku makan karena kamu bilang badanku sudah  mirip tiang listrik, tapi kamu juga selalu bilang kamu tetap mencintai aku dan kamu bilang aku salah satu wanita tercantik dihidupmu. aku selalu ngambek ketika kamu sibuk dengan urusanmu sehingga kamu melupakan aku sejenak. kamu tau aku adalah orang yang rapuh, sehingga kamu selalu memikirkan perasaan aku bahkan kamu selalu mendahulukan kepentinganku. yah setidaknya ini terjadi sebelum dia masuk diantara kita. kamu selalu punya cara buat ngehibur aku yang cepet sekali menangis, bahkan hanya karena sebuah filmpun aku akan menangis tersedu-sedu hingga mataku bengkak. kamu selalu bisa menenangkan aku yang sedang ngambek dan kamu akan selalu bilang kalo aku tetep cantik walau lagi ngambek, dan kamu selalu bilang kalo aku gak boleh ngambek terlalu lama karena kamu lebih mencintai aku yang tersenyum dan tertawa bukan yang ngambek. aku yang selalu bercita-cita ingin menjadi pacar yang sempurna bagi kamu, tapi kamu selalu bilang walau gak sempurnapun kamu selalu menganggap aku pacar terbaik dan hadiah dari Tuhan yang paling indah bagi kamu.  aku selalu tersenyum dulu ketika kamu membisikkan ketelinga aku kalimat 'I love you sayang, aku cinta kebangetan sama kamu sekarang, besok, lusa, nanti dan selamanya' dan sekarang ketika mengingat kalimat itu, aku hanya bisa tersenyum pahit. kita setiap minggu pagi selalu bergantian kerumah cuma untuk mengantarkan sarapan dan menyantapnya berdua sambil tertawa menceritakan kejadian malamnya ketika kamu kerumah aku. hal sepele tapi bener-bener ngebuat hubungan kita menjadi berwarna, ya setidaknya sebelum dia hadir. mereka selalu menyematkan gelar 'pasangan paling serasi' sepanjang mereka hidup. entah apa yang melatarbelakangi mereka menyematkan predikat itu kepada kita, kita hanya bisa mengucapkan terimakasih setiap mereka berkata seperti itu. sampai pada ketika hubungan kita diuji dengan cara aku yang semakin sibuk dengan kuliah dan semua aktivitasnya sehingga ritual-ritual dan kebiasaan-kebiasaan yang selama ini kita lakukan menjadi terlupakan. setiap pagi yang seharusnya kamu menelpon aku untuk mengucapkan 'selamat pagi dear, have a fun ya buat hari ini. jangan lupa makan dan yang paling penting aku sayang kamu' berubah menjadi hanya kamu mengirimkan kalimat itu via pesan karena kamu gak mau ganggu aku yang sudah pasti masih terlelap karena kecapek'an.  kebiasaan kita yang selalu berbalasan pesan singkat tiap hari juga berubah menjadi jarang karena aku yang selalu sibuk dengan organisasi yang baru aku geluti. kebiasaan kita yang makan siang bareng harus dihilangkan karena aku lebih banyak menghabiskan waktu makan siang didepan layar laptop. kebiasaan kamu yang setiap malam minggu selalu kerumah untuk menghabiskan malam minggu bersama aku harus diganti dengan hanya ditelepon karena aku yang kecapek'an sehingga malem minggu adalah waktu yang pas untuk aku istirahat. kebiasaan kita mengobrol ditelepon hingga berjam-jam hanya bisa sebentar karena aku yang tertidur karena kecapek'an. aku gak bisa menyalahkan kamu dengan semua perubahan ini, karena aku yang merubah semua kebiasaan kita dulu. tapi kamu, lagi-lagi menjadi pria yang paling mengerti keadaan aku. kamu gak pernah menyalahkan aku, kamu gak pernah ngambek karena kesibukan aku dan kamu selalu memberikan semangat ketika aku sudah mulai mengeluh aku capek dengan semuanya. dan kata-kata kamu yang paling menyejukkan hati aku adalah ketika kamu mengatakan 'aku gapapa kok, tenang aja. aku gak masalah dengan kesibukkan yang menyita hampir semua waktu kamu. cukup dengan hati kamu yang masih milik aku itu udah lebih dari cukup. kamu jangan telat makan dan jangan tidur malem-malem terus kalo kamu lagi santai kabarin aku. aku cuma minta itu, aku sayang banget sama kamu' kalimat itu bagai oase bagi aku ketika aku capek dan ketika aku takut kamu berpaling dari aku. tapi hal ini gak berlangsung lama, dia. dia yang muncul secara tiba-tiba dan muncul ketika intensitas kita bertemu dan berkomunikasi semakin jarang nyatanya membuat kamu perlahan-lahan berubah. kamu yang dulu tetap menyempatkan kerumah maupun kekampus cuma untuk bertemu dan melihat aku sebentar gak pernah lagi seperti itu. perhatian kamu yang dulu cuma kamu curahkan untuk aku entah kemana perginya, kamu gak lagi seperhatian dulu, ketika kita bertemupun kamu lebih banyak sibuk dengan handphone kamu. kata-kata cinta yang dulu sering kamu bisikkin ketelinga aku ketika kita lagi sama-sama, nyatanya gak pernah aku denger lagi. dan ketika aku pernah memergoki pesan singkat berisi kata-kata romantis dari seorang cewek, kamu hanya bilang itu cuma temen. yap, teman teman dan teman setiap aku bertanya siapa. Badai itu bener-bener datang ketika aku yang memergoki kamu sedang menggandeng tangan seorang  cewek disebuah mall dan kamu hanya berkata 'dia, dia yang selalu ada buat aku. aku cowok dan aku juga perlu diperhatiin oleh pacar aku, dan kamu gak pernah melakukannya lagi. kamu terlalu sibuk dengan dunia kamu, kamu terlalu sibuk dengan diri kamu sendiri sehingga kamu lupa kalo kamu memiliki kekasih yang perlu perhatiin. dan dia dateng mengisi kekosongan itu, aku sayang banget sama kamu tapi aku juga gak bisa melepaskan dia. karena dengan dia aku menemukan sosok pacar yang udah hilang dari kamu. jadi maafkan aku, hati ini bener-bener gak bisa memilih antara kamu ataupun dia. jadi sekarang terserah kamu maunya gimana'. wanita mana yang gak hancur mendengar pernyataan seperti itu keluar dari mulut lelaki yang sangat dia cintai. 


Masih ingatkah kamu semua ini ? atau kamu sudah melupakannya semuanya ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar