lagi-lagi secangkir
cappucino hangat kesukaanku menemaniku ketika hujan membasahi bumi ini.
secangkir cappucino yang juga selalu menemaniku ketika aku duduk termenung
mengingatmu. mengingat semuanya, kamu, kisah kita, tentang kisah kita dibawah
guyur hujan, tentang mimpi kita berdua, tentang aku yang selalu mencintai hujan
dan tentang kamu yang selalu mencintai aku dulu. kita dulu selalu berbagi
semuanya, berbagi perasaan, berbagi waktu, berbagi cerita bahkan kita sering
berbagi mimpi. mimpi tentang masa depan, mimpi masa kecil kita bahkan mimpi
yang jelas-jelas sulit untuk kita wujudkan. kita dulu pasangan yang serasi,
setidaknya itu yang orang-orang katakan tentang kita. kita begitu bahagia, yah
setidaknya sebelum perhatianmu terbagi untuk dia. kamu selalu tau kapan aku
butuh perhatian lebih, kamu sangat tau harus selalu mengingatkanku makan karena
kamu bilang badanku sudah mirip tiang
listrik, tapi kamu juga selalu bilang kamu tetap mencintai aku dan kamu bilang
aku salah satu wanita tercantik dihidupmu. aku selalu ngambek ketika kamu sibuk
dengan urusanmu sehingga kamu melupakan aku sejenak. kamu tau aku adalah orang
yang rapuh, sehingga kamu selalu memikirkan perasaan aku bahkan kamu selalu
mendahulukan kepentinganku. yah setidaknya ini terjadi sebelum dia masuk
diantara kita. kamu selalu punya cara buat ngehibur aku yang cepet sekali
menangis, bahkan hanya karena sebuah filmpun aku akan menangis tersedu-sedu
hingga mataku bengkak. kamu selalu bisa menenangkan aku yang sedang ngambek dan
kamu akan selalu bilang kalo aku tetep cantik walau lagi ngambek, dan kamu
selalu bilang kalo aku gak boleh ngambek terlalu lama karena kamu lebih
mencintai aku yang tersenyum dan tertawa bukan yang ngambek. aku yang selalu
bercita-cita ingin menjadi pacar yang sempurna bagi kamu, tapi kamu selalu
bilang walau gak sempurnapun kamu selalu menganggap aku pacar terbaik dan
hadiah dari Tuhan yang paling indah bagi kamu.
aku selalu tersenyum dulu ketika kamu membisikkan ketelinga aku kalimat 'I
love you sayang, aku cinta kebangetan sama kamu sekarang, besok, lusa, nanti
dan selamanya' dan sekarang ketika mengingat kalimat itu, aku hanya bisa
tersenyum pahit. kita setiap minggu pagi selalu bergantian kerumah cuma untuk
mengantarkan sarapan dan menyantapnya berdua sambil tertawa menceritakan
kejadian malamnya ketika kamu kerumah aku. hal sepele tapi bener-bener ngebuat
hubungan kita menjadi berwarna, ya setidaknya sebelum dia hadir. mereka selalu
menyematkan gelar 'pasangan paling serasi' sepanjang mereka hidup. entah apa
yang melatarbelakangi mereka menyematkan predikat itu kepada kita, kita hanya
bisa mengucapkan terimakasih setiap mereka berkata seperti itu. sampai pada
ketika hubungan kita diuji dengan cara aku yang semakin sibuk dengan kuliah dan
semua aktivitasnya sehingga ritual-ritual dan kebiasaan-kebiasaan yang selama
ini kita lakukan menjadi terlupakan. setiap pagi yang seharusnya kamu menelpon
aku untuk mengucapkan 'selamat pagi dear, have a fun ya buat hari ini.
jangan lupa makan dan yang paling penting aku sayang kamu' berubah menjadi
hanya kamu mengirimkan kalimat itu via pesan karena kamu gak mau ganggu aku
yang sudah pasti masih terlelap karena kecapek'an. kebiasaan kita yang selalu berbalasan pesan
singkat tiap hari juga berubah menjadi jarang karena aku yang selalu sibuk
dengan organisasi yang baru aku geluti. kebiasaan kita yang makan siang bareng
harus dihilangkan karena aku lebih banyak menghabiskan waktu makan siang
didepan layar laptop. kebiasaan kamu yang setiap malam minggu selalu kerumah
untuk menghabiskan malam minggu bersama aku harus diganti dengan hanya
ditelepon karena aku yang kecapek'an sehingga malem minggu adalah waktu yang
pas untuk aku istirahat. kebiasaan kita mengobrol ditelepon hingga berjam-jam
hanya bisa sebentar karena aku yang tertidur karena kecapek'an. aku gak bisa
menyalahkan kamu dengan semua perubahan ini, karena aku yang merubah semua
kebiasaan kita dulu. tapi kamu, lagi-lagi menjadi pria yang paling mengerti
keadaan aku. kamu gak pernah menyalahkan aku, kamu gak pernah ngambek karena
kesibukan aku dan kamu selalu memberikan semangat ketika aku sudah mulai
mengeluh aku capek dengan semuanya. dan kata-kata kamu yang paling menyejukkan
hati aku adalah ketika kamu mengatakan 'aku gapapa kok, tenang aja. aku gak
masalah dengan kesibukkan yang menyita hampir semua waktu kamu. cukup dengan
hati kamu yang masih milik aku itu udah lebih dari cukup. kamu jangan telat
makan dan jangan tidur malem-malem terus kalo kamu lagi santai kabarin aku. aku
cuma minta itu, aku sayang banget sama kamu' kalimat itu bagai oase bagi
aku ketika aku capek dan ketika aku takut kamu berpaling dari aku. tapi hal ini
gak berlangsung lama, dia. dia yang muncul secara tiba-tiba dan muncul ketika
intensitas kita bertemu dan berkomunikasi semakin jarang nyatanya membuat kamu
perlahan-lahan berubah. kamu yang dulu tetap menyempatkan kerumah maupun
kekampus cuma untuk bertemu dan melihat aku sebentar gak pernah lagi seperti
itu. perhatian kamu yang dulu cuma kamu curahkan untuk aku entah kemana
perginya, kamu gak lagi seperhatian dulu, ketika kita bertemupun kamu lebih
banyak sibuk dengan handphone kamu. kata-kata cinta yang dulu sering kamu
bisikkin ketelinga aku ketika kita lagi sama-sama, nyatanya gak pernah aku
denger lagi. dan ketika aku pernah memergoki pesan singkat berisi kata-kata
romantis dari seorang cewek, kamu hanya bilang itu cuma temen. yap, teman teman
dan teman setiap aku bertanya siapa. Badai itu bener-bener datang ketika aku
yang memergoki kamu sedang menggandeng tangan seorang cewek disebuah mall dan kamu hanya berkata
'dia, dia yang selalu ada buat aku. aku cowok dan aku juga perlu diperhatiin
oleh pacar aku, dan kamu gak pernah melakukannya lagi. kamu terlalu sibuk
dengan dunia kamu, kamu terlalu sibuk dengan diri kamu sendiri sehingga kamu
lupa kalo kamu memiliki kekasih yang perlu perhatiin. dan dia dateng mengisi
kekosongan itu, aku sayang banget sama kamu tapi aku juga gak bisa melepaskan
dia. karena dengan dia aku menemukan sosok pacar yang udah hilang dari kamu. jadi
maafkan aku, hati ini bener-bener gak bisa memilih antara kamu ataupun dia.
jadi sekarang terserah kamu maunya gimana'. wanita mana yang gak hancur
mendengar pernyataan seperti itu keluar dari mulut lelaki yang sangat dia
cintai.
Masih ingatkah kamu semua ini ? atau kamu
sudah melupakannya semuanya ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar