Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Mungkin aku bukan orang yang tepat untuk kamu banggakan,
tapi aku selalu mencoba untuk membuat kamu bangga akan artinya aku.
Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Mungkin aku tidak selalu menjadi penyejuk dalam dahaga kamu,
tapi aku selalu mencoba untuk itu.
Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Mungkin sering pula aku yang menjadi api dalam setiap sumber
kemarahanmu, tapi ketahui lah aku pun tidak ingin begitu.
Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Aku besar dikehidupan yang selalu memposisikan diriku
sebagai ‘nomor dua’ , sehingga aku
mencari posisi ‘nomor satu’ dari kamu. Karena itu mungkin kamu sering jengah
dengan tingkah laku ku yang selalu ingin ‘didahulukan’.
Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Hari ini aku boleh jujur ? aku terkadang iri, iri dengan
kehidupan mereka yang tidak pernah dijadikan ‘nomor dua’ oleh orang terdekat
mereka. Karena itu, aku selalu mencari cara agar aku menjadi ‘nomor satu’
dihidup kamu, karena aku lelah. Lelah menjadi nomor sekian selama ini.
Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Bolehkah nanti, ketika kita sudah hidup bersama, aku hanya
meminta jangan pernah jadikan aku diposisi kesekian seperti yang selama ini aku
alami di ‘lingkungan’ku ?
Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Bila kamu membaca ini, setelah ini aku minta jangan pernah
tanyakan apapun tentang hal ini. Aku hanya ingin kamu memaklumi semua sikapku
selama ini dan mudah-mudahan kamu mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar