Terimakasih
tuhan sudah memberikan jawaban, inilah akhirnya. Mungkin bukan akhir tapi ini
adalah awal permulaan. Engkau pasti merencanakan sesuatu yang indah didepan
khan ? aku percaya, Engkau terlalu sayang kami berdua sehingga Engkau
memberikan kami berdua jalan seperti ini. Engkau tidak ingin 2hambaMu ini
terjebak disituasi menyakitkan khan tuhan ?
Jauh sebelum
memulainya, aku sudah tau bahwa akan sulit untuk memulai suatu hubungan dengan
orang yang memiliki masa lalu begitu indah. Aku sudah mereka-reka apa yang akan
terjadi didepan. Tapi entah kenapa aku masih maju. Maju untuk memenangkan hati
kamu. Ternyata aku begitu naïf, sehingga aku berfikir untuk memenangkan hati
kamu dengan mudah.
Aku sudah
mempersiapkan hati dan perasaan aku untuk hal-hal terburuk yang akan terjadi,
tapi apa, ternyata ketika semuanya terjadi aku sama sekali tidak siap. Aku
bahkan jatuh lebih sakit, jauh lebih sakit dari yang aku bayangkan. Karena aku
mungkin terlalu mengharapkan apa yang aku takutkan tidak akan terjadi.
Hal yang
membuat aku tersadar adalah ketika kamu berbicara ‘aku bisa ngasih semua yang
aku punya untuk kamu, tapi kamu gak bisa menggantikan apa yang sudah aku punya.
Ketika kamu ragu ke aku, aku yakin bisa buat kamu yakin. Tapi pas aku ragu,
kamu gk akan bisa buat aku yakin dan kamu bakal langsung nyerah’ aku tersadar
betapa naifnya aku. Aku mengira menggantikan posisi dia dihati kamu dengan aku
itu semudah membalikkan telapak tangan. Nyatanya, menggantikan posisi dia
dihati kamu dengan aku itu ibarat memaksakan anak kecil yang tidak suka sayur
untuk memakan sayur. Hal yang hamper tidak mungkin terjadi. Dan disitu lah aku
sadar bahwa dia adalah hal indah yang sulit untuk aku kalahkan apalagi aku
gantikan.
Ketika
pengakuan itu akhirnya muncul dari mulut kamu, aku seperti tertampar. Aku
tertampar dan terjatuh dari langit yang tinggi. Aku tersadar, bahwa aku telah
terlampau jauh mengharapkan orang yang jelas-jelas masih belum bisa dan belum
mau untuk berpindah tempat. Dari tempat lama ke tempat baru. Harusnya aku sadar
bahwa semuanya membutuhkan proses. Proses terkadang membutuhkan waktu yang
sangat lama. Aku ingin menemani kamu untuk membasuh ‘luka’ itu hingga kering,
tapi aku lupa menanyakan hal ini pada kamu. Aku lupa bertanya apakah kamu
membutuhkan sosok yang menemani kamu menyembuhkan ‘luka’ atau tidak. Aku
berlagak seolah kamu membutuhkan aku menghapus masa lalu kamu, tapi ternyata
yang kamu butuhkan adalah waktu. Waktu untuk menyembuhkan luka itu sendiri
tanpa ada orang lain yang mendampingi.
Aku gak
pernah menyesali apa yang terjadi belakangan, aku malah sangat bahagia dapat
berbagi cerita, waktu dan semuanya bersama kamu lebih mendalam lagi. Aku juga
gak ada sama sekali perasaan marah kepada kamu, karena aku kejadian ini gak
lepas dari kesalahan aku yang memberikan ruang untuk kamu masuk. Harusnya dari
awal aku sedikiti menjaga jarak, agar kamu melepaskan masa lalu kamu dulu tanpa
paksaan dan baru beralih ke aku. Tapi, apa yang terjadi tidak dapat diulang
kembali, semuanya sudah terjadi dan aku bersyukur sempat menjalani
‘hubungan’ini berdua bersama kamu walau hanya sebentar. Bahkan aku belum sempat
merealisasikan keinginan aku. Keinginan aku hanya satu, aku hanya ingin membuat
bekas dihati kamu yang tidak akan pernah hilang, sehingga ketika aku gak ada
kamu akan mencari dan merasakan ada yang hilang dihati kamu. Tapi, sebelum aku
berhasil membuat bekas walaupun sedikit kamu sudah menutup hati kamu untuk aku.
Lalu aku bisa apa ketika kamu, kamu orang yang saat ini benar-benar aku
inginkan tetapi kamu malah menutup hatinya untuk aku. Kamu bilang kamu percaya
aku, tapi nyatanya kamu gak mempercayakan hati kamu buat aku rawat. Kamu malah
mengambil resiko kehilangan aku tanpa terlebih dahulu mencoba untuk berjuang
bersama. Aku yakin, entah darimana
keyakinan ini berasal tapi aku yakin bahwa jauh disudut hati kamu, kamu sudah
memberikan ruang untuk aku walaupun kecil. Tapi kamu terlalu takut menyakiti
aku. Kamu takut aku sakit ketika kamu belum bisa melepaskan baying-bayang dia
dari fikiran kamu, padahal untuk saat ini dan kedepan aku bersedia menjadi
bayang-bayang dia. Aku hanya ingin melewatkannya bersama kamu, tidak perduli
dimana posisi aku dihati kamu. Aku tau semuanya akan berjalan lambat, tapi aku
percaya ketika kita memberikan kesempatan orang lain untuk memasuki hati kita,
lambat laun hal terindah yang ada dihatipun akan berangsur-angsur hilang
digantikan orang tersebut. Tapi nyatanya kamu gk percaya dengan hal ini
sepertinya.
Ah,
terimakasih kamu. Terimakasih sudah memberikan kesempatan aku merasakan hal
yang jauh berbeda dari sebelumnya.
Kamu, kamu
yang akan selalu didekat aku walaupun semuanya gak lagi sama. Terimakasih J