Sabtu, 14 September 2013

hai, kamu

Hai kamu, entah harus dengan kalimat yg cocok untuk menggambarkan semuanya. Bahkan terimakasihpun tidak cukup untuk aku katakan padamu, padamu yang sudah membuat hari-hari beratku ini menjadi lebih mudah. Bukan kamu memudahkan semuanya, tapi kamu memudahkan semuanya dengan cara selalu berada disamping aku.
Kamu tau, kita memiliki banyak perbedaan yang mencolok. Bahkan sangat timpang. Tapi kenapa kita malah  menjadi semakin erat ? entahlah … mungkin karena dengan perbedaan kita menjadi ‘satu’ membentuk sesuatu yang baru.
Mulai dari hal kecil hingga besar kita berbeda, tapi kita memiliki kesamaan yang sangat penting. Kita sedang merasakan bunga-bunga bermekaran dihati kita bersama dan kita sedang berada pada titik membutuhkan satu sama lain.
Kamu menyukai langit biru yang cerah, sedangkan aku menyukai langit yg teduh setelah hujan. Kita berbeda tetapi kenapa bersama ?
Karena, langit biru yang cerah memerlukan hujan agar udara menjadi lebih sejuk dan langit teduh setelah hujanpun memerlukan langit biru yg cerah untuk menghangatkan bumi. Seperti itulah kita, kita saling melengkapi dan saling membutuhkan disemua perbedaan kita.
Aku yang manja selalu kamu berikan ruang dan celah untuk melakukannya.
Kamu yang perlu untuk diberi pengertian sebisa mungkin aku juga mencoba untuk mengerti semua hal yg ada pada kamu.
Tidak mudah untuk menyatukan 2 pribadi yang bertolak belakang seperti kita, tapi kenapa kita terus mencoba ? karena kita percaya pada masing-masing diri kita, itulah jawaban mengapa kita sekarang mencoba untuk berbagi semuanya.
Walaupun sering terlintas keraguan tentang ‘hubungan’ ini, tapi aku selalu mencoba untuk menepati janji yg telah kita buat. Mencoba untuk sekuat mungkin bertahan melewati semuanya bersama-sama.
Mungkin sekarang, ungkapan yang cocok untuk kita adalah ‘orang yang tepat dengan keadaan yang tidak tepat’ . aku dan kamu sedang berada pada posisi yang saling tidak menguntungkan sama sekali. Akan banyak pihak yang bergejolak bahkan akan menentang kita berdua. Tapi, aku percaya ungkapan itu akan bisa kita ubah menjadi ‘orang yang tepat dengan keadaan yang tepat’ ketika kita sama-sama dan ketika kita sudah menjalaninya berdua.
Mungkin aku egois, tapi kali ini aku ingin mengikuti kata hati. Aku lelah untuk menutupi kata hati dan untuk kali ini, aku tidak ingin memikirkan oran-orang yang sama sekali tidak tau titik permasalahan yang sebenarnya. Karena cinta tidak perlu ada alasan, begitu pula aku tidak ada alasan mengapa aku berada pada posisi sekarang bersama kamu.

Semoga semuanya tetap seperti ini, tetap menjadi kita berdua. Sepasang anak Tuhan yang naïf dan percaya akan kekuatan cinta.

Terimakasih karena kamu memilih untuk berada disisiku sekarang dan semoga hingga nanti, kamu.
with love,

indah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar