Udah lama jari ini gk menggoreskan sesuatu disini. Ada rasa
rindu karena udah lama gk meluangkan waktu disini, tapi apa mau dikata kesibukan
diluar menyita hampir seluruh waktu yang aku punya. Hari ini, hari ini baru
bener-bener seharian dikamar, mendekam tanpa kegiatan apapun dan terbitlah
tulisan ini.
Hari ini aku mau menceritakan seseorang yang sekitar 2tahun
yang lalu gak pernah ada difikiranku untuk menceritakan khusus disatu cerita
diblog pribadiku ini. Karena bagiku, siapa yang telah masuk didalam blog ini,
maka orang atau sesuatu tersebut merupakan hal yang ‘paling’ untukku. Paling kubenci,
paling kusayang, paling kurindu dan semua yang ‘paling’ untuk hidupku.
Laki-laki ini pertama kali aku kenal adalah ketika aku masih
menjadi mahasiswi baru dikampusku. Aku dikenalkan oleh teman baruku kepada
laki-laki ini karena kami disatu mata kuliah yang sama dan kami akan bekerja
sebagai satu kelompok. Pertama kali berkenalan dan kerumahnya, tak pernah
terlintas difikiranku bahwa nantinya laki-laki ini akan menjadi ‘rumah’
untukku.
Setelah perkenalan itu, aku menjadi tahu bahwa laki-laki ini
adalah teman baik kekasihku pada waktu itu. Dari kerja kelompok pertama
berlanjut kerja kelompok kedua,ketiga keempat dan hingga entah mulai kapan, aku
dan laki-laki ini berada dilingkungan pertemanan yang sama. Kami berdua dan
keempat orang lainnya menjadi sangat dekat, hangout, pergi kuliah, pulang
kuliah, bolos kuliah, titip absen bahkan kami berenam menjadi satu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan. Yah, aku dan laki-laki ini hanya sebatas teman
baik, awalnya.
Awal 2012 aku dan kekasihku pada waktu itu akhirnya memilih
untuk berjalan masing-masing. Laki-laki ini adalah laki-laki paling ‘normal’
diantar keempat teman laki-lakiku. Laki-laki ini menjadi tempat aku menumpahkan
segala kegalauan yang aku alami pasca berpisah dengan kekasihku. Dari berteman,
aku sudah mengetahui bahwa laki-laki ini sedang menjalani hubungan jarak jauh
dengan kekasihnya dari masa sekolah. Bagiku, hubungan mereka hubungan yang kuat
karena bisa berjalan dengan keterbatasan waktu untuk bertemu.
Semenjak berpisah dengan kekasihku terdahulu, aku belum
menjalin hubungan pacaran lagi dengan laki-laki lain. Hubungan yang kujalani
dengan laki-laki silih berganti tanpa kejelasan status hingga aku disebut ‘mega
friendzone’ oleh teman-temanku. Perjalanan mencari cinta sejati tak kunjung aku
dapatkan dan laki-laki ini pun masih tetap dengan hubungan jarak jauh bersama
kekasihnya.
Hingga agustus 2013 aku dikejutkan berita dari laki-laki ini
kalau dia dan kekasihnya memutuskan untuk berpisah secara baik-baik karena
entah apa alasannya aku juga tidak mengerti. Sebagai salah satu ‘fans’ dengan
hubungan mereka, aku juga ikut merasakan kesedihan laki-laki ini. Bagaimana tidak,
laki-laki yang biasanya menebar senyum ini menjadi selalu menampakkan muka
keruhnya. Aku sebagai sahabatnya pun hanya bisa memberikan semangat kepadanya,
karena memberikan saran rasanya tidak pantas aku memberikan kepada orang yang
selama ini selalu memberikan aku nasihat-nasihat dalam percintaan.
September 2013 minggu pagi, aku mendapatkan whatsapp dari
laki-laki ini yang berisi ‘ndah udah nonton malem minggu miko ?’ aku dan
laki-laki ini memang penggemar malam minggu miko, karena itu setelah melihat
pesan darinya aku tidak menaruh curiga apapun, karena aku pun sudah terbiasa
berkomunikasi dengan keempat sahabat laki-laki ku. Tapi ternyata ini adalah
awal proses dari semuanya. Pesan-pesan tidak penting yang selalu dia kirimkan
kepadaku berujung ajakan traktir nonton bioskop berdua pun aku anggap sebagai pengisi
hari dari laki-laki yang sedang galau. Hari
ke hari pesan singkatnya selalu menghiasi hari-hariku. Mulai muncul perasaan ‘aneh’
dari dalam hatiku, tapi aku tahu bahwa aku hanya pengisi waktu sepi laki-laki
ini. Tidak pernah aku berharap lebih dari perhatian yang laki-laki ini curahkan
padaku. Sampai pada suatu hari, laki-laki ini berkata bahwa bisakah kami
menjalani kedekatan yang lebih dari sekedar sahabat tanpa merusak persahabatan
kami. Awalnya aku ragu, pertama karena laki-laki ini bukanlah laki-laki yang
aku tipekan sebagai kekasihku, kedua karena laki-laki ini baru bubaran bersama
kekasihnya. Tapi laki-laki ini meyakinkan, bahwa tidak akan ada yang berubah
dari kami, kami berdua hanya mencoba menyelami diri lebih dalam dan lebih dari
sekedar sahabat.
Oktober 2013, kedekatan kami semakin intim dan kedekatan
kami pun mulai menuai respon dari lingkungan sekitar kami. Sebagian besar ikut
senang dengan kedekatan kami karena kata mereka dari awal kami memang sudah
memiliki kecocokan. Tapi aku yakin, bahwa ada pihak-pihak yang tidak suka
dengan keadaan ini.
November 2013, kedekatan yang kami jalani sudah tidak dapat
ditutupi dan dibulan ini puka, kami merubah statu persahabatan kami menjadi
tingkat yang lebih tinggi. Ya tepatnya 14 november 2013 aku dan laki-laki ini
resmi menjadi sepasang kekasih. Semua teman-teman dekat kami mendukung, tapi
aku juga tahu dengan status ini mungkin sebagian orang akan memandang aku
sebagai pihak yang ‘merusak’ hubungan laki-laki ini dengan kekasih sebelumnya. Tapi
laki-laki ini selalu meyakinkan aku bahwa aku tidak perlu merasa sedih dan
tidak perlu ambil pusing dengan omongan miring disekitar.
Tak pernah terfikir hubungan bersama laki-laki ini akan
sebegimi istimewanya. Bahkan diawal hubungan, aku memprediksi bahwa hubungan
ini tak akan berjalan lama, paling hanya hitungan bulan. Tapi dari hari kehari,
bulan ke bulan dan tanpa terasa hampir 2 tahun hubungan ini aku masih merasakan
perasaan yang sama setiap melihatnya. Kuliah bersama, kursus bersama,
mendapatkan pembimbing skripsi yang sama, bimbingan skripsi bersama, seminar proposal
bareng, ujian komprehensif bersama, yudisium bersama, wisuda bareng, menjadi
pengangguran bersama, mencari pekerjaan bersama bahkan tes kerja keluar kota
bersama.
Laki-laki ini, laki-laki yang begitu care terhadap
keluarganya dan keluargaku,
Laki-laki ini, laki-laki yang begitu mengutamakan aku bahkan
diatas kepentingan dirinya,
Laki-laki ini, laki-laki yang begitu menyayangi aku bahkan
melebihi dia menyayangi dirinya sendiri,
Laki-laki ini, laki-laki yang setiap aku melihatnya aku
melihat bahwa dia begitu melindungi aku,
Laki-laki ini, laki-laki yang tiada hentinya mencurahkan
waktunya untuk meladeni tingkah manja dan tingkah menyebalkannya aku,
Laki-laki ini, dialah laki-laki tempat aku menggantungkan
masa depanku,
Laki-laki ini, dialah laki-laki yang membuat aku percaya
bahwa didunia ini ada cinta sejati,
Laki-laki ini, adalah laki-laki yang membuat aku menangis,
tertawa, sedih, tersenyum setiap hari dan setiap detiknya,
laki-laki ini, adalah laki-laki yang begitu aku cintai dan
mencintaiku.
laki-laki ini, adalah teman hidup dan rumah bagiku.
Dan, laki-laki ini adalah Amri Budi Suskandi Asmara ….

Tidak ada komentar:
Posting Komentar