Kamis, 27 April 2017

Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa



Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Mungkin aku bukan orang yang tepat untuk kamu banggakan, tapi aku selalu mencoba untuk membuat kamu bangga akan artinya aku.

Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Mungkin aku tidak selalu menjadi penyejuk dalam dahaga kamu, tapi aku selalu mencoba untuk itu.

Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Mungkin sering pula aku yang menjadi api dalam setiap sumber kemarahanmu, tapi ketahui lah aku pun tidak ingin begitu.

Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Aku besar dikehidupan yang selalu memposisikan diriku sebagai  ‘nomor dua’ , sehingga aku mencari posisi ‘nomor satu’ dari kamu. Karena itu mungkin kamu sering jengah dengan tingkah laku ku yang selalu ingin ‘didahulukan’.

Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Hari ini aku boleh jujur ? aku terkadang iri, iri dengan kehidupan mereka yang tidak pernah dijadikan ‘nomor dua’ oleh orang terdekat mereka. Karena itu, aku selalu mencari cara agar aku menjadi ‘nomor satu’ dihidup kamu, karena aku lelah. Lelah menjadi nomor sekian selama ini.

Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Bolehkah nanti, ketika kita sudah hidup bersama, aku hanya meminta jangan pernah jadikan aku diposisi kesekian seperti yang selama ini aku alami di ‘lingkungan’ku ?

Untuk laki-laki yang ku sebut dalam Doa ..
Bila kamu membaca ini, setelah ini aku minta jangan pernah tanyakan apapun tentang hal ini. Aku hanya ingin kamu memaklumi semua sikapku selama ini dan mudah-mudahan kamu mengerti.

Kamis, 15 September 2016

hallo ...



Hallo ....
Setelah lama meninggalkan blog ini, akhirnya aku rindu juga hhehe
Pertama kali buat blog itu sekitar SMA kelas 2 (postingan pertama : juni 2010) dan setelah dihitung-hitung berarti udah 6 tahun. Bukan waktu yang sebentar, blog ini udah nemenin aku dari mantan yang ini, dari gebetan yang itu, dari mantan yang itu dan dari gebetan yang itu. Dan blog ini pun yang nemenin aku menceritakan tentang laki-laki yang sama selama 3 tahun ini.
Kalau dulu, salah satu mantan terlama menghiasi cerita aku ini, membuat alasan bahwa salah satu alasan dia untuk mengakhiri hubungannya dengan aku adalah karena tulisan aku diblog (yakin karna tulisan disini, bukan karna udah nemu yang lain ? *ups) sedangkan laki-laki ku yang sekarang adalah penggemar rahasia cerita-cerita blog aku. Dulu, waktu aku masih aktif cerita disini, laki-lakiku ini protes mana cerita yang baru karena aku udah 1 minggu gak posting (what ? padahal aku gak pernah share dan cerita ke dia tentang keaktifan aku didunia blogger). Disaat itu, aku bahagia. Aku bahagia karena dia ternyata menyukai apa yang aku ceritakan dan aku pun bahagia karena dia bahagia.
Blog ini adalah saksi dari semua kesedihanku, kemarahanku dan kebahagiaan aku selama 6tahun ini. Blog ini saksi bisu dari semua hal-hal yang tidak bisa aku sampaikan secara visual.


Terkadang kita hanya butuh tempat melampiaskan sesuatu tanpa harus mendapatkan kalimat-kalimat wejangan yang terkadang terlalu mudah diucapkan oleh mereka yang tidak mengerti dan merasakan apa yang kita rasakan.
(indah)

Rabu, 14 September 2016

Selamat tanggal 14



Hari ini,
Hari ini aku termenung tentang kamu dimeja kantor.
Bukan, bukan aku sedang memiliki masalah dengan kamu.
Bukan pula aku merenung karena rindu kamu.
Tapi aku termenung, merenung bahwa ternyata kita berdua sudah sejauh ini bersama.

Aku mulai membuka ingatan lama tentang kita berdua. Ingatan bagaimana diawal hubungan ini, aku selalu dicap ‘orang ketiga’ hancurnya hubungan kamu dan masa lalu kamu. Ingatan dimana bahwa diawal hubungan ini aku tidak pernah berfikir akan ‘lama’ bersama kamu, ingatan dimana bagaimana setiap kita berselisih, aku akan meledak disaat itu juga, dengan tega meninggalkan kamu dan tidak pernah menghargai perasaan kamu, ya diawal aku hanya memikirkan perasaan aku, aku tidak perduli apakah kelakuan aku akan menyakiti kamu atau tidak. Setiap mengingat itu, aku selalu meringis dan berfikir ‘wajar aja gak pernah awet membangun hubungan sama orang’ . tapi kamu, walaupun berkali-kali aku meninggalkan kamu, kamu gak pernah ikut meninggalkan aku. Kamu hanya memberi aku ruang untuk memadamkan ‘kemarahan’ sesaat aku dan kamu selalu menunggu aku ditempat yang sama ketika aku meninggalkan kamu. Karena kamu tahu, bahwa aku akan selalu kembali kesana.

Kamu masih ingat kejadian diawal hubungan kita, hari dimana untuk pertama kalinya kita bertengkar hebat untuk permasalahan yang sangat sepele ? dan ya, aku meninggalkan kamu. Aku menyerah dengan keegoisan aku dan kamu ingat apa yang kamu perbuat ? kamu membuat situasi seolah-olah kamu pun menyerah. Dan apa yang terjadi ? setelah emosi itu reda, aku merengek menghubungi kamu dan berkata ‘kamu gak sayang aku? Gak nyariin aku?’ dan kamu hanya menjawab sambil tertawa ‘kalau aku gak sayang kamu, aku pasti nyariin kamu dan aku akan menyerahkan semua keputusannya sama kamu. Tapi karena aku sayang kamu, aku tahu bahwa kamu perlu waktu untuk menghilangkan amarah kamu dan karena aku sayang kamu, aku yakin kalau kamu akan balik lagi ke aku’. Betapa malunya aku saat itu, kamu tahu kenapa ? karena aku begitu kekanak-kanakan.

Tahun pertama hubungan kita, bagi aku adalah tahun dimana aku masih meragukan kamu. Masih terlintas fikiran apakah benar kamu sayang aku. Bego banget gak sih, disaat semua orang begitu yakin terhadap kamu, malah aku sendiri yang masih meragukan kamu. Sebenarnya, aku bukan meragukan kamu, tapi aku meragukan diri aku sendiri. Apakah benar yang aku jalani ini benar.

Tapi semakin lama dijalani, aku semakin tahu bahwa kamu rela sesusah apapun hanya demi membuat aku tersenyum. Aku jadi ingat, entah tepatnya kapan aku lupa. Suasana hatiku sedang buruk dan demi mengembalikan mood aku, kamu rela ‘membobol’ tabungan kamu untuk membeli tiket bioskop. Padahal aku tahu, kamu sedang menabung untuk membeli sesuatu yang kamu inginkan, tapi kamu membobol tabungan itu dan kamu bilang ‘aku nanti aja nabungnya, sekarang kita nonton yuk. Katanya film itu bagus lho, lucu. Biar muka kamu yang cantik itu makin cantik lagi kalau senyum. Gak usah cemberut-cemberut gitu’ . mungkin bagi orang hal itu sepele, tapi bagi aku itu membuktikan bahwa kamu selalu menjadikan aku hal yang terpenting dihidup kamu, selain keluarga kamu tentunya. 

Kamu ingat ? kejadian apa aja yang pernah kita lalui bareng ?
Tahun pertama dan diawal tahun kedua, dari 7hari 24jam, kita hampir setiap hari ketemu dan setiap harinya lebih dari 8jam bersama. Mulai dari kuliah bareng, buat tugas, bahkan sampai bimbingan skripsi bersama. Sampai orang-orang berkata ‘jodoh amat kalian, kuliah bareng eh sekarang pembimbing skripsi pun sama’. Semua kita laluin bersama, mulai dari bimbingan-seminar proposal-revisi-ujian komprehensif-yudisium dan wisuda kita sama-sama.
 
Tepat dihari wisuda kita, kamu memberikan aku hadiah yang sampai sekarang belum ada gantinya yang ngebuat aku kehabisan kata-kata.
Yap, kamu memberikan aku cincin. No, itu bukan cincin ‘pengikat’ seperti orang-orang sering bicarakan. Kamu tidak pernah menjanjikan aku apapun hal yang indah, bersamaan dengan cincin itu kamu hanya bilang, ‘mulai sekarang, aku mau hubungan yang gak lagi main-main lagi sama kamu’. Terdengar naif membicarakan hal yang serius tanpa persiapan yang matang. 

Dan september tahun lalu, semua ritme hubungan kita berubah. Kamu diterima kerja dan kita harus berpisah. Aku ragu, kamu ragu tapi kita tidak saling berbicara. Aku ragu dengan hubungan yang berjudul ‘jarak jauh’ dan aku belum pernah. Kamu ragu, pertama kamu pernah gagal dengan hubungan itu dan kamu takut aku akan menyerah. Sampai di hari kita harus berpisah, tidak pernah ada ucapan yang terucap. Kita saling membisu, kita sibuk dengan fikiran masing-masing. Dan detik-detik sebelum perpisahan itu, akhirnya kamu membuka suara ‘tunggu aku ya sayang’ kalimat yang singkat, tapi aku tahu itu kalimat yang terlontar dari hati dan semua keraguan itu hilang dan aku mantap berkata 'iya aku tunggu kamu'.

Diawal ritme hubungan yang menyebalkan ini adalah neraka bagi kita berdua. Komunikasi hanya terbatas dengan tulisan dan suara, perbedaan lingkungan yang baru, kegiatan kita berdua yang berubah. Aku kerja dan kamu pun kerja disana dan bertemu dengan orang baru. pertengkaran kecil silih berganti, kekecewaan kecil mulai hadir dan keraguan itu kembali muncul, Sampai dititik aku menyerah dan benar-benar menyerah dengan hubungan ini. Kamu, kamu hanya melontarkan kalimat ‘aku gak bisa maksa kamu percaya dengan aku dan aku pun gak bisa memaksa kamu untuk menunggu aku. Sekarang terserah kamu, tapi perlu kamu tahu, aku berharap kamu bisa menunggu aku’ dan aku, aku hanya bisa menangis dan menyesali perkataan aku, karena diawal aku udah membuat keputusan untuk ‘ya aku tunggu’ tapi aku hampir menyerah dengan jarak yang menyebalkan ini.

Setelah mulai ‘berdamai’ dengan jarak, hubungan kita kembali seperti semula, hubungan yang dipenuhi dengan pembicaraan-pembicaraan bodoh gak penting. Ternyata jarak juga memiliki hikmah, kita lebih menghargai semua waktu yang kita punya untuk dinikmati semaksimal mungkin, bahkan selalu terucap kalimat ‘kalau mau ngambek, nanti tunggu LDR aja. Sekarang kita seneng-seneng aja. Ketemu udah jarang, jangan diisi dengan berantem’. Dan kamu tau, gak kerasa kita udah menjalani hubungan berjarak ini satu tahun. Iya, kamu gak salah baca. Satu tahun, tepat bulan september 2015. Untuk sekarang, pertengkaran akibat jarak sudah jarang terjadi, Cuma yang masih adalah ketika rindu tidak terbendung lagi tapi gak bisa bertemu dan satu-satunya cara adalah mengeluarkan ‘sifat manja’ kepasangan dan pasangan tersebut malah sibuk dengan hal yang lain. Kita berdua lucu ya, gak pernah berhenti berantem Cuma karena pegen manja-manjaan tapi si pasangan gak peka.

Satu hal yang aku takutin, aku takut kalau aku bukan lagi jadi alasan kamu untuk pulang dan satu hal yang kamu takutin, bahwa nanti akan ada yang menghapus air mata aku selain kamu. Tapi ketakutan itu gak perlu kita risaukan ya, kita jalanin aja ya sayang, biarkan ketakutan itu akhirnya nyerah sendiri dan kabur dari kita. Yuk, kita semangat ya sayang.

Selamat tanggal 14 ya sayang, selamat 34 bulan dan selamat 1 tahun LDR-an.
Semoga, ‘semoga’nya kita berdua segera ‘disegerakan’ sama Tuhan ya.
Ini dari aku,
Aku yang masih suka nyebelin kamu, aku yang masih suka buat kamu sebel, aku yang masih suka bersifat gak semestinya, dan ini aku yang sampai sekarang masih nunggu kamu.

Selamat tanggal 14 sayang,
Ini untuk kamu,
Kamu yang masih sumber ketawa aku, kamu yang masih sumber tangis aku, kamu yang masih suka buat aku bete dan ini untuk kamu yang lagi berjuang disana untuk menciptakan ‘rumah’ untuk kita berdua.

With Love,

Yours

Jumat, 11 Desember 2015

‘aku gak mau LDR, mending putus deh daripada harus LDR’

Aku masih ingat, entah berapa tahun yang lalu aku pernah mengucapkan kalimat ini didepan sabahat-sahabatku termasuk kamu. Aku berfikir untuk apa berhubungan tapi tanpa saling bertemu, tanpa ada kepastian kapan bisa bertemu. Aku tidak pernah memasukkan kemungkinan untuk menjalani hubungan jarak jauh didapan rancangan hidupku. Hubungan saling tatap, saling bertemu saja sudah banyak cobaan, apalagi ditambah hubungan yang hanya mengandalkan komunikasi melalui alat komunikasi. Mana bisa bertahan, fikirku mungkin hingga beberapa bulan yang lalu.

Tapi siapa sangka, sekarang ya sekarang dan entah sampai kapan aku menjalanii hubungan yang dulu tidak pernah aku fikirkan, tidak pernah aku impikan dan tidak pernah aku inginkan. Jika harus jujur, aku pun tidak menginginkan hal ini, berhubungan jarak jauh tanpa pernah tau sampai kapan. Tapi apakah aku berontak ? yang aku tau, aku rela menjalani hubungan ini karena kamu dan Cuma karena kamu. Bila hubungan ini bukan bersama kamu, mungkin aku akan tetap pada pendirian tidak mau berhubungan jarak jauh.

Lantas, apa yang membuat aku mau menjalani hubungan ini ? entahlah, hingga aku menulis ini aku juga masih mencari-cari alasan mengapa aku mau berada dihubungan ini.

Yang aku tau, kekuatan dan keyakinan ini hanya karena kamu. Hanya karena aku tau, aku menjalani ini bersama kamu. Bersama kamu, aku menyerahkan semua hati ku tanpa terkecuali.
Yang aku tahu, hanya mendengar suara kamu, aku yakin aku bisa melewati hubungan yang sulit ini.
Yang aku tahu, aku tidak pernah sabar menunggu hari dimana kita bisa bertemu melepas rindu yang menyakitkan ini.
Yang aku tau, kita telah saling berjanji, hubungan yang kita bangun ini bukanlah hubungan tanpa air mata, tapi hubungan kita adalah hubungan yang walau badai menerpa, kita akan tetap berjalan menantang sang badai bersama dengan saling berpegangan bersama.
Aku tidak tau akan kemana muara hubungan ini, tapi aku yakin kita memiliki mimpi yang sama.
Yang aku tau, kita sekarang hanya perlu sama-sama menjaga hati masing-masing. Menjaga kepercayaan, dan menjaga komunikasi yang terbatas ini. Hasil akhirnya ? kita serahkan kepada pemilik hidup dan mati kita.

Dan,

Yang aku tau, aku mencintaimu dan cinta ini belum pernah berkurang sedikitpun dari awal hingga detik ini.

Senin, 31 Agustus 2015

ini untukmu...

Udah lama jari ini gk menggoreskan sesuatu disini. Ada rasa rindu karena udah lama gk meluangkan waktu disini, tapi apa mau dikata kesibukan diluar menyita hampir seluruh waktu yang aku punya. Hari ini, hari ini baru bener-bener seharian dikamar, mendekam tanpa kegiatan apapun dan terbitlah tulisan ini.
Hari ini aku mau menceritakan seseorang yang sekitar 2tahun yang lalu gak pernah ada difikiranku untuk menceritakan khusus disatu cerita diblog pribadiku ini. Karena bagiku, siapa yang telah masuk didalam blog ini, maka orang atau sesuatu tersebut merupakan hal yang ‘paling’ untukku. Paling kubenci, paling kusayang, paling kurindu dan semua yang ‘paling’ untuk hidupku.

Laki-laki ini pertama kali aku kenal adalah ketika aku masih menjadi mahasiswi baru dikampusku. Aku dikenalkan oleh teman baruku kepada laki-laki ini karena kami disatu mata kuliah yang sama dan kami akan bekerja sebagai satu kelompok. Pertama kali berkenalan dan kerumahnya, tak pernah terlintas difikiranku bahwa nantinya laki-laki ini akan menjadi ‘rumah’ untukku.
Setelah perkenalan itu, aku menjadi tahu bahwa laki-laki ini adalah teman baik kekasihku pada waktu itu. Dari kerja kelompok pertama berlanjut kerja kelompok kedua,ketiga keempat dan hingga entah mulai kapan, aku dan laki-laki ini berada dilingkungan pertemanan yang sama. Kami berdua dan keempat orang lainnya menjadi sangat dekat, hangout, pergi kuliah, pulang kuliah, bolos kuliah, titip absen bahkan kami berenam menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Yah, aku dan laki-laki ini hanya sebatas teman baik, awalnya.

Awal 2012 aku dan kekasihku pada waktu itu akhirnya memilih untuk berjalan masing-masing. Laki-laki ini adalah laki-laki paling ‘normal’ diantar keempat teman laki-lakiku. Laki-laki ini menjadi tempat aku menumpahkan segala kegalauan yang aku alami pasca berpisah dengan kekasihku. Dari berteman, aku sudah mengetahui bahwa laki-laki ini sedang menjalani hubungan jarak jauh dengan kekasihnya dari masa sekolah. Bagiku, hubungan mereka hubungan yang kuat karena bisa berjalan dengan keterbatasan waktu untuk bertemu.
Semenjak berpisah dengan kekasihku terdahulu, aku belum menjalin hubungan pacaran lagi dengan laki-laki lain. Hubungan yang kujalani dengan laki-laki silih berganti tanpa kejelasan status hingga aku disebut ‘mega friendzone’ oleh teman-temanku. Perjalanan mencari cinta sejati tak kunjung aku dapatkan dan laki-laki ini pun masih tetap dengan hubungan jarak jauh bersama kekasihnya.

Hingga agustus 2013 aku dikejutkan berita dari laki-laki ini kalau dia dan kekasihnya memutuskan untuk berpisah secara baik-baik karena entah apa alasannya aku juga tidak mengerti. Sebagai salah satu ‘fans’ dengan hubungan mereka, aku juga ikut merasakan kesedihan laki-laki ini. Bagaimana tidak, laki-laki yang biasanya menebar senyum ini menjadi selalu menampakkan muka keruhnya. Aku sebagai sahabatnya pun hanya bisa memberikan semangat kepadanya, karena memberikan saran rasanya tidak pantas aku memberikan kepada orang yang selama ini selalu memberikan aku nasihat-nasihat dalam percintaan.

September 2013 minggu pagi, aku mendapatkan whatsapp dari laki-laki ini yang berisi ‘ndah udah nonton malem minggu miko ?’ aku dan laki-laki ini memang penggemar malam minggu miko, karena itu setelah melihat pesan darinya aku tidak menaruh curiga apapun, karena aku pun sudah terbiasa berkomunikasi dengan keempat sahabat laki-laki ku. Tapi ternyata ini adalah awal proses dari semuanya. Pesan-pesan tidak penting yang selalu dia kirimkan kepadaku berujung ajakan traktir nonton bioskop berdua pun aku anggap sebagai pengisi hari dari laki-laki yang sedang  galau. Hari ke hari pesan singkatnya selalu menghiasi hari-hariku. Mulai muncul perasaan ‘aneh’ dari dalam hatiku, tapi aku tahu bahwa aku hanya pengisi waktu sepi laki-laki ini. Tidak pernah aku berharap lebih dari perhatian yang laki-laki ini curahkan padaku. Sampai pada suatu hari, laki-laki ini berkata bahwa bisakah kami menjalani kedekatan yang lebih dari sekedar sahabat tanpa merusak persahabatan kami. Awalnya aku ragu, pertama karena laki-laki ini bukanlah laki-laki yang aku tipekan sebagai kekasihku, kedua karena laki-laki ini baru bubaran bersama kekasihnya. Tapi laki-laki ini meyakinkan, bahwa tidak akan ada yang berubah dari kami, kami berdua hanya mencoba menyelami diri lebih dalam dan lebih dari sekedar sahabat.

Oktober 2013, kedekatan kami semakin intim dan kedekatan kami pun mulai menuai respon dari lingkungan sekitar kami. Sebagian besar ikut senang dengan kedekatan kami karena kata mereka dari awal kami memang sudah memiliki kecocokan. Tapi aku yakin, bahwa ada pihak-pihak yang tidak suka dengan keadaan ini.

November 2013, kedekatan yang kami jalani sudah tidak dapat ditutupi dan dibulan ini puka, kami merubah statu persahabatan kami menjadi tingkat yang lebih tinggi. Ya tepatnya 14 november 2013 aku dan laki-laki ini resmi menjadi sepasang kekasih. Semua teman-teman dekat kami mendukung, tapi aku juga tahu dengan status ini mungkin sebagian orang akan memandang aku sebagai pihak yang ‘merusak’ hubungan laki-laki ini dengan kekasih sebelumnya. Tapi laki-laki ini selalu meyakinkan aku bahwa aku tidak perlu merasa sedih dan tidak perlu ambil pusing dengan omongan miring disekitar.

Tak pernah terfikir hubungan bersama laki-laki ini akan sebegimi istimewanya. Bahkan diawal hubungan, aku memprediksi bahwa hubungan ini tak akan berjalan lama, paling hanya hitungan bulan. Tapi dari hari kehari, bulan ke bulan dan tanpa terasa hampir 2 tahun hubungan ini aku masih merasakan perasaan yang sama setiap melihatnya. Kuliah bersama, kursus bersama, mendapatkan pembimbing skripsi yang sama, bimbingan skripsi bersama, seminar proposal bareng, ujian komprehensif bersama, yudisium bersama, wisuda bareng, menjadi pengangguran bersama, mencari pekerjaan bersama bahkan tes kerja keluar kota bersama.

Laki-laki ini, laki-laki yang begitu care terhadap keluarganya dan keluargaku,
Laki-laki ini, laki-laki yang begitu mengutamakan aku bahkan diatas kepentingan dirinya,
Laki-laki ini, laki-laki yang begitu menyayangi aku bahkan melebihi dia menyayangi dirinya sendiri,
Laki-laki ini, laki-laki yang setiap aku melihatnya aku melihat bahwa dia begitu melindungi aku,
Laki-laki ini, laki-laki yang tiada hentinya mencurahkan waktunya untuk meladeni tingkah manja dan tingkah menyebalkannya aku,

Laki-laki ini, dialah laki-laki tempat aku menggantungkan masa depanku,
Laki-laki ini, dialah laki-laki yang membuat aku percaya bahwa didunia ini ada cinta sejati,
Laki-laki ini, adalah laki-laki yang membuat aku menangis, tertawa, sedih, tersenyum setiap hari dan setiap detiknya,

laki-laki ini, adalah laki-laki yang begitu aku cintai dan mencintaiku.
laki-laki ini, adalah teman hidup dan rumah bagiku.


Dan, laki-laki ini adalah Amri Budi Suskandi Asmara ….


Rabu, 16 April 2014

plain White T's - 1234

1, 2, 1, 2, 3, 4
Give me more lovin’ than I’ve ever had
Make it all better when I’m feelin’ sad
Tell me that I’m special even when I know I’m not
Make me feel good when I hurt so bad
Barely gettin’ mad, I’m so glad I found you
I love bein’ around you
You make it easy, it’s as easy as 1, 2, 1, 2, 3, 4
There’s only one thing to do
Three words for you I love you
There’s only one way to say
Those three words and that’s what I’ll do, I love you
Give me more lovin’ from the very start
Piece me back together when I fall apart
Tell me things you never even tell your closest friends
Make me feel good when I hurt so bad
Best that I’ve had, I’m so glad that I found you
I love bein’ around you
You make it easy, it’s as easy as 1, 2, 1, 2, 3, 4
There’s only one thing to do
Three words for you I love you
There’s only one way to say
Those three words and that’s what I’ll do, I love you
I love you
You make it easy, it’s easy as 1, 2, 1, 2, 3, 4
There’s only one thing to do
Three words for you I love you
There’s only one way to say
Those three words and that’s what I’ll do, I love you
I love you
1, 2, 3, 4
I love you
I love you

sumber : http://www.cariliriklagu.com/2009/04/lirik-lagu-plain-white-ts-1234/

Sabtu, 12 April 2014

....



Hallo sayang,
Ah hampir saja aku kehilangan seorang yang sangat beharga ...
Kemarin merupakan hari yang berat dan hampir saja kemarin adalah hari yang tidak akan aku lupakan .
Aku hampir kehilangan kamu, aku hampir menjadi sosok yang menyesal sejadi-jadinya .
Untunglah badai kemarin masih bisa kita hadapi dan menjadi pelangi .
Pertama kalinya, aku menangis sejadi-jadinya dan pertama kali pula aku merasakan perasaan entah perasaan apa itu .
Kemarin, aku mencoba untuk tidak memperdulikan kamu, tapi nyatanya aku masih dan akan terus sangat perduli kepada kamu .
Waktu berjalan sangat lambat kemarin sayang, apakah kamu juga merasakannya juga ?
Aku sesak sejadi-jadinya sayang, aku bukanlah perempuan yang suka berbagi . aku tidak suka berbagi sosok berharga bagi aku kepada orang lain .
Aku cemburu, bahkan dadaku sampai sesak . menyaksikan kamu melihat perempuan lain dengan tatapan suka . aku bukan perempuan yang rela berbagi, bahkan hanya untuk berbagi matapun aku tak suka sayang .
Maafkan aku jika begitu egois, tapi inilah aku yang sebenarnya . aku tidak tahan melihat kamu ‘memandang’ perempuan lain selain aku . aku tidak suka jika dimata mu ada orang lain . aku bukan perempuan yang suka berbagi .
Sudah berapa kalikah aku mengatakan kalimat ‘aku tidak suka berbagi’, jadi tolong mengerti aku . aku percaya bahwa hati kamu hanya untukku, aku juga percaya matamu masih menatap aku seorang dengan tatapan cinta dan aku juga sangat percaya bahwa aku adalah satu-satunya bagi kamu . tapi, aku tidak ingin mengambil resiko sayang . walau kau hanya melihatnya sepintas, kekhawatiran ini masih terus membayangiku bak pengekor yang tidak bisa hilang .
Maafkan aku sayang, jika dengan sikapku ini kamu menjadi jengah . tapi yang kulakukan ini hanya karena aku sangat tidak ingin kehilangan kamu .
Aku percaya kamu, dan aku akan mencoba memaklumi usaha kamu untuk berusaha tidak lagi melihat sosok ‘dia’ .
Terimakasih sayang, masih mau menghadapi badai bersamaku demi melihat pelangi yang indah .
Terimakasih sayang, untuk tulisan yang sangat membuat aku terkejut . kamu memang bukan orang yang sering menulis, tapi setiap tulisan yang kamu buat selalu membuat aku merasa menjadi wanita paling spesial .
Terimakasih sayang, sudah mau mempertahankan aku . terimakasih sudah menjadikan aku sosok yang berharga bagimu .
terimakasih untuk setiap pertengkaran kita,yang berakhir menjadi sebuah kekuatan baru untuk hubungan ini.
Aku pernah bilang kalau urusan kita belum selesai khan ? iya memang belum . Karena selama kita bersama, urusan kita tidak pernah akan selesai . 

Ah, terimakasih sayang ....
aku cinta kamu ....